Jumat, 20 Januari 2012

MAKALAH PENGANTAR BISNIS

Add caption


KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan yang maha esa telah melimpahkan rahmat, karunia dan hidayahnya, kepada kami karena berkat pertolonganya lah sehingga kami dapat menyusun makalah ini , makalah ini disusun berdasarkan sumber – sumber yang ada baik dari buku ataupun internet.
Semoga makalah ini dapat memberi manfaat yang optimal dalam proses pembelajaran , sehingga mahasiswa mampu mengooptimalkan  potensi dalam dirinya karena hanya melalui proses  belajar akan terbentuk generasi  penerus bangsa yang berwawasan luas dan mampu menjawab  segala tantangan zaman.
Tidak lupa saran dan kritik yang bersifat membangun dari Bapak/Ibu guru serta teman-teman yang budiman sangat kami harapkan. Sebagai penutup kami , ucapkan terima kasih.







Hal . i








DAFTAR ISI



Kata pengantar...........................................................................................................i
Daftar isi......................................................................................................................ii
Bab I Pendahuluan.....................................................................................................1
A.      Latar Belakang Masalah......................................................................................1
B.      Tujuan Penulisan.................................................................................................2

Bab II Pembahasan ...................................................................................................3

A.        Jenis Perusahaan menurut Badan Pusat Statistik..............................................3-4
B.        Jenis Perusahaan Menurut Objek Kegiatan........................................................5
C.        Jenis Perusahaan Menurut Status Hukum .........................................................5-15
D.        Jenis Perusahaan Menurut Peringkat Usaha......................................................16-17
E.         Jenis Perusahaan Menurut Status Kepemilikan..................................................18
Bab III Penutup............................................................................................................19
A.      Kesimpulan............................................................................................................19
B.      Daftar Pustaka.......................................................................................................19


Hal.ii
BAB I PENDAHULUAN

A.      LATAR BELAKANG MASALAH
Setiap manusia di dunia ini pasti menginginkan kesuksesan dalam dirinya. Tetapi kadang kala orang tersebut tidak mengerti sukses itu dari mana datangnya dan berharap sukses itu datang dari langit. Pada saat sekarang ini terlebih pada dunia anak muda dimana mereka bisa mengembangkan dirinya untuk berbisnis sehingga mereka bisa mencapai keksuksesan yang mereka inginkan. Tetapi malah sebaliknya, saat sekarang ini tidak banyak anak muda yang hanya hidupnya tinggal senang dan hidup enak. Terkadang mereka tidak menyadari dari mana hidup enak yang mereka dapatkan yang hanya dipikirkan adalah kesenangan yang mereka rasakan saat itu juga. Tetapi  mereka beranggapan bahwa hidup di usia muda tidak untuk berkerja apalagi untuk berbisnis. Sebenarnya anak muda bisa mengembangkan dirinya dengan berbisnis apa saja yang bisa mereka lakukan untuk dapat melakukan kegiatan yang bermanfaat dalam hidupnya dan siap untuk menyonsong masa depan yang mereka inginkan.
Dapat kita cerna lagi bahwa belajar bisnis di usia muda adalah hal yang sangat bermanfaat demi kelangsungan masa depan para remaja dimana di usia saat sekarang ini lah fisik kita mendukung untuk melekukan aktifitas seperti berbisnis . Kita sebagai anak muda, sebagai generasi penerus bangsa dapat berfikir secara kritis harus mempunyai semangat untuk memulai bisnis di usia muda gimana pun caranya kita dapat melakukan suatu bisnis.  Dengan bisnis juga kita dapat mengembangkan diri dan bakat yang kita miliki yang sebelumnya di pendam dalam diri. Jadi belum terlambat buat generasi sekarang ini untuk melakukan bisnis karena tidak ada kata terlambat dalam mencapai kesuksesan. Kita juga dapat mencontoh orang-orang yang terlebih dahulu sukses dalam menjalankan bisnis seperti memiliki suatu perusahaan yang sangat berkembang  agar kita termotivasi untuk menyonsong masa depan yang cermelang.
Jadi, dalam dunia bisnis selalu dikaitkan dengan adanya sebuah perusahaan. Di mana perusahaan adalah alat perantara untuk mempertemukan sumber factor produksi dengan komsumen bisnis sehinggga kegiatan atau usaha yang dilakukan dapat membantu pemenuhan kebutuhan konsumen untuk menyalurkan barang atau jasa yang di perjual belikan.



Hal. 1


B.    Tujuan Penulisan

Tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai salah satu syarat dari  memenuhi tugas mata kuliah Pengantar Bisnis pada program strata satu Universitas Muhammadiyah Palangkaraya kampus II Kasongan. Sebagai sumber, kami mengambil berdasarkan beberapa sumber buku dan internet yang mendukung penulisan ini. Selain itu tujuan dari penulisan makalah ini juga untuk mengetahui berbagai jenis-jenis perusahaan, bentuk- bentuk perusahaan, dan fungsi perusahaan, serta maksud dan tujuan didirikanya sebuah perusahaan.

Selain itu dengan penulisan makalah ini kami dapat menambah wawasan dan pengetahuan mengenai masalah yang dirangkum sehingga diperoleh gambaran yang lebih jelas dalam penerapan teori pengantar bisnis.














Hal.2

BAB II PEMBAHASAN

JENIS-JENIS PERUSAHAAN
A.    Jenis Perusahaan Menurut Badan Pusat Statistik
Badan Pusat Statistik (BPS) membagi lapangan usaha di Indonesia menjadi sembilan kelompok, yaitu:
1.       Pertanian, Pertenakan, Kehutanan, dan Perikanan
2.       Pertambangan dan penggalian
3.       Industri Pengolahan
4.       Listrik, gas, dan Air Minum
5.       Bangunan dan Konstruksi
6.       Perdagangan, Hotel dan Restoran
7.       Pengangkutan dan komunikasi
8.       Keuangan, Persewaan, dan Jasa Perusahaan
9.       Jasa-jasa

1.     Pertanian , Pertenakan, Kehutanan, dan Perikanan
Jenis usaha ini dapat digolongkan kedalam jenis agrobisnis. Jenis usaha ini dijalankan dengan mengolah lahan untuk berbagai usaha di atasnya. Jadi, perusahaan hanya mengolah lahan yang tersedia. Contohnya adalah sebagai berikut:
·         Pertanian dapat berupa perkebunan kelapa sawit;
·         Pertenakan berupa pertenakan sapi, pertenakan ayam;
·         Kehutanan berupa pengelolaan hutan dengan mendapatkan Hak Pengelolaan Hutan(HPH) dalam perkayuan;
·         Perikanan berupa ikan mas, bandeng, dan udang.

2.     Pertambangan dan Penggaliaan
Jenis usaha ini berupa pengolahan berbagai jenis barang tambang yang tersedia di dalam perut bumi. Perusahaan dalam operasinya menggali berbagai jenis mineral serta mengolahnya sehingga siap di pakai oleh konsumen. Misalnya, tambang timah, tambang bauksit, tambang emas, tambang nikel, tambang biji besi, tambang tembaga, dan sebagainya.


Hal.3

3.     Industri Pengolahan
Industri pengolahan menjalankan usaha dengan mengolah berbagai bahan baku sehingga siap dipakai konsumen, atau merupakan jenis usaha yang menjalankan proses produksi sehingga tercipta barang jadi yang siap dipakai konsumen.
Industri  pengolahan dapat dibagi menjadi dua, yaitu:
·         Industri pengolahan nonmigas.
·         Industri pengolahan migas.

4.     Industri Penyedia Listrik, Gas, dan Air Minum
Jenis industri ini mengolah berbagai bahan baku untuk kepentingan masyarakat banyak maupun industri lainya.
·         Listrik dapat diolah dari batu bara, tenaga uap, tenaga air.
·         Gas dapat diolah dari berbagai mineral sehingga siap dipakai, seperti gas alam cair (LNG).
·         Air minum dapat diolah dari air sungai sehingga siap dikonsumsi oleh masyarakat.

5.     Bangunan Konstruksi
Jenis usaha ini menyediakan diri untuk membangun berbagai bangunan untuk kepentingan pihak lain. Perusahaan jenis ini hanya menyediakan diri untuk menyelesaikan kepentingan pihak lain, misalnya PT Pembangunan Perumahan (PP), PT Pembangunan Jaya, dan sebagainya.

6.     Perdangangan, Hotel, dan Restoran
Jenis usaha ini menyediakan keperluan masyarakat untuk berbagai jenis kebutuhan yang ada, contohnya :
·         Sarinah Toserba menyediakan keperluan masyarakat mulai dari pakaian sampai berbagai kebutuhan dapur.
·         Hotel Sultan (Hilton) menyediakan kamar untuk masyarakat sebagai tempat istirahat.
·         Rumah Makan sari Bundo merupakan restoran Padang yang menyediakan berbagai makanan siap santap.

7.       Pengangkutan dan Komunikasi
Jenis usaha ini menyediakan keperluan masyarakat akan jasa angkutan dan alat komunikasi, contohnya:
·         PT  Blue Bird sebagai penyedia jasa angkutan darat ( taksi ).
·         PT  Garuda Indonesia sebagai penyedia jasa angkutan udara ( pesawat terbang ).
·         PT  Telkom sebagai penyedia sarana komunikasi  ( telepon ).


Hal.4
8.      Keuangan, Persewaan, dan Jasa Perusahaan
Jenis usaha ini memberikan pelayanan kepada masyarakat berupa tempat menabung, meminjam uang, dan tempat untuk mempermudah transaksi  dalam perdagangan. Sebagai contoh adalah  Bank Central Asia, Bank Mandari, Bank  Negara Indonesia  ( ketiganya perbankan ), Astra Credit Company  (leasing company), dan Toyota  Rent  A  Car  atau TRAC (persewaan mobil ).  



9.      Jasa –jasa
Jenis usaha ini hanya menyediakan  diri untuk  menyelesaikan  berbagai  kepentingan pihak lain . Contohnya  adalah Kosultan Akunting, pengacara/ Advokat, Konsultann manajemen, Konsultan Hukum.


B.    Jenis Perusahaan Menurut Objek Kegiatan
Menurut objek kegiatanya, perusahaan dapat dibagi ke dalam lima kelompok industri, yaitu:
Petanian, pertambangan, Pengolahan, Perdagangan, dan Jasa.


C.    Jenis Perusahaan Menurut Status Hukum

1.     Perusahaan Negara
Badan Usaha Milik Negara (BUMN) adalah badan usaha yang sebagian atau seluruh kepemilikanya dimiliki oleh Negara Republik Indonesia.
Dilihat dari segi pengelolanya , maka perusahaan negara dapat dibagi menjadi dua kelompok: BUMN di tingkat pusat dan BUMD , kemudian kita mengenal lagi istilah BUMNIS yang mengelola perusahaan –perusahaan di bawah Badan Pengembangan Industri Strategis. Selain itu ada satu istilah lagi, yaitu BHMN yang mengelola universitas-universitas negeri.

a.     Latar Belakang Adanya BUMN
Menurut Richard G.Lipsey , tingkat keberadaan atau peranan BUMN di suatu negara tergantung pada sistem ekonomi yang diterapkan negara tersebut.
Ciri-ciri dan pengaruhnya terhadap keberadaan BUMN adalah sebagai berikut.
·         Sistem Ekonomi Pasar
Harga sebagai faktor penentu. Sistem ini disebut juga sistem ekonomi liberal. Pemerintah tidak banyak ikut campur tangan dalam perekonomian.
Contoh : Amerika Serikat, singapura, dan negara-negara Eropa Barat.
Dalam sistem ini , peranan BUMN relatif kecil.


Hal. 5
·         Sistem Ekonomi Perencanaan / Komando
Kegiatan ekonomi ditentukan oleh pemerintah . Peranan swasta sangat kecil.


Contoh : Rusia, RRC, Korea Utara, dan Cuba.
Dalam sistem ini hampir semua badan usaha adalah BUMN.

·         Sistem Ekonomi Campuran
Kegiatan yang menyangkut pokok kehidupan masyarakat dilaksanakan oleh negara, sedangkan kegiatan lainya oleh negara dan swata. Di Indonesia ada BUMN, tetapi jumlahnya tidak sebanyak di negara komunis. Selain itu perusahaan swasta juga banyak terdapat di Indonesia.



b.     Penataan Status BUMN
Berdasarkan Undang-undang No. 9/1969 dan Undang-undang No. 8/1971, ada empat bentuk status BUMN tingkat pusat, yaitu :  
1.       Perusahaan Jawatan (PERJAN)
2.       Perusahaan Umum (PERUM)
3.       Perusahaan Perseeoan(PERSERO)
4.       Perusahaan Negara (PN)
Sementara itu , BUMN Tingkat Daerah atau BUMD belum diatur dalam Undang-undang, tetapi dikelola oleh Pemerintah Daerah Tingkat I( Provinsi) maupun Pemda tingkat II (kota/kabupaten).

c.      Fungsi-fungsi BUMN
Menurut Peraturan Pemerintah (PP) No.3/1983 dan diperjelas oleh ISEI (Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia), Fungsi BUMN adalah sebagai berikut.
1)       Perintis penyedia barang dan jasa dalam bidang-bidang produksi yang belum cukup atau kurang merangsang prakarsa dan minat swasta.
2)      Pengelola dan pengusaha dalam bidang-bidang produksi yang penting bagi negara.
3)      Pengelola dan pengusaha dalam bidang produksi yang menguasai hajat orang banyak.
4)      Pelengkap penyediaan barang dan jasa yang belum cukup disediakan oleh swasta dan koperasi.
5)      Penunjang pelaksanaan kebijakan negara.



Hal.6

d.     Maksud dan Tujuan Didrikanya BUMN
1)      Memberikan sumbangan bagi perkembangan perekonomian nasional pada umumnya dan penerimaan Negara pada khususnya.
2)      Mengejar keuntungan.
3)      Menyelenggarakan kemanfaatan umum berupa penyediaan barang dan jasa yang bermutu tinggi dan memadai bagi pemenuhan hajat hidup orang banyak.
4)      Menjadi perintis kegiatan-kegiatan usaha yang belum dapat dilaksanakan  oleh sektor swasta dan koperasi.
5)      Turut aktif memberikan bimbingan dan bantuan kepada pengusaha golongan ekonomi lemah, koperasi, dan masyarakat


e.     Perkembangan BUMN

Tabel Perkembangan jumlah BUMN 2001-2006
Jumlah BUMN
2001
2002
2003
2004
2005
2006
Perseroan TBK
8
8
11
12
12
12
Persero
116
124
119
119
119
114
Perum
11
11
13
13
13
13
Perjan
15
15
14
14
0
0
Jumlah Perusahaan Negara
150
158
157
158
139*)
139*)




Tabel Pokok-pokok kinerja Keuangan BUMN 2001-2005
Uraian
2001
2002
2003
2004
2005
Jumlah BUMN
150
158
157
158
139
Total Aset (Rp Triliun )
809,6
933
980
1.196,7
1.308,9
Total Utang (Rp Triliun )
678,5
664,1
696,7
783,1
876,5
Total Ekuitas (Rp Triliun)
129,1
265,8
278,6
406
423,5
Total Laba BUMN (Rp Triiun)
18,7
25,5
21,4
44,2
42,3


Hal. 7






 Tabel sepuluh BUMN dengan Laba Terbesar 2005
Nama BUMN
Laba Bersih (Juta Rupiah)
1.       PT Pertamina
16,456,842
2.       PT Telekomunikasi Indonesia , Tbk (Telkom)
7,993,566
3.       PT Bank Rakyat Indonesia , Tbk (BRI)
3,808,587
4.       PT Bank Negara Indonesia , Tbk (BNI)
1,414,739
5.       PT Semen Gresik, Tbk
1,022,568
6.       PT Perusahaan Gas Negara, Tbk (PGN)
862,013
7.       PT Pupuk Sriwijaya (PUSRI)
848,699
8.       PT Aneka Tambang, Tbk (ANTAM)
841,936
9.       PT Pelabuhan Indonesia II (PELINDO II)
702,189
10.   PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja (JAMSOSTEK)
629,623

Tabel  Sepuluh BUMN dengan Rugi Terbesar 2005
Nama BUMN
Laba Bersih (Juta Rupiah)
1.       PT Perusahaan Listrik Negara (PLN)
(4,920,594)
2.       PT Garuda Indonesia (GA)
(590,609)
3.       PT Merpati Nusantara Airlines (MNA)
(313,000)
4.       PT Danareksa
(182,239)
5.       PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI)
(127,822)
6.        PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari
(74,869)
7.       PT Perkebunan Nusantara II (PTPN II)
(68,325)
8.       PT Pengerukan Indonesia (RUKINDO)
(52,207)
9.       PT Pos Indonesia (POSINDO)
(51,409)
10.   PT Inhutani I
(31,733)


f.       Kekuatan dan Kelemahan BUMN
Menurut Heru Sutojo, dari Lembaga Manajemen Fakultas Ekonomi UI, BUMN memiliki  beberapa kekuataan dan kelemahan sebagai berikut.

Hal.8
Kekuatan
·         Eksistensinya dijamin dalam UUD 1945 Pasal 33.
·         Mempunyai Power dalam perundingan forum internasional.

·         Memiliki banyak prasarana untuk pengembangan dan pelatihan karyawan.
·         Lebih mudah dalam alih teknologi tinggi.
Kelemahan
·         Prestasi ekonomi yang relatif rendah.
·         Kurang luwes dalam beroperasi.
·         Proses pengambilan keputusan berlangsung lebih lama.
·         Adanya inefisiensi dalam kegiatan operasional, berbagai macam pengawasan pemerintah,, beban tanggung jawab sosial yang harus dipikul.

g.       Privatisasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
Privatisasi berasal dari kata privatizion, yang artinya membuat atau menjadikan swasta atau perusahaan swasta, baik sebagian atau keseluruhan kepemilikan (saham).
Menurut UU No.19/2003, Privatisasi adalah penjualan saham perseroan, baik sebagian maupun seluruhnya kepada pihak lain dalam rangka meningkatkan kinerja dan nilai perushaan, memperbesar manfaat bagi negara dan masyarakat, serta memperluas kepemilikan saham oleh  masyarakat.
Privatisasi bertujuan melakukan efisiensi melalui perbaikan manajemen, organisasi, dan keuangan perusahaan untuk meningkatkan kinerja dan nilai tambah perusahaan, sehingga mampu bersaing di pasar global.
Ada empat fungsi yang harus diperhatikan pemerintah(kementerian BUMN) dalam melaksanakan privatisasi.
1)      Fungsi korporasi
2)      Fungsi Kompetisi
3)      Fungsi Regulasi
4)      Fungsi Budgeter

h.     Dasar Hukum Privatisasi BUMN
Tujuan Negara Republik Indonesia sesuai dengan amanat Pancasila dan UUD 1945 adalah untuk menyejahterakan masyarakat yang berkeadilan sosial. Landasan hukum privatisasi BUMN dinyatakan secara tegas dalam Pasal 33 UUD 1945, ayat 2 bahwa cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara. Selanjutnya, dalam ayat 3 ditetapkan bahwa bumi dan air yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
Hal. 9
Daftar BUMN yang sudah go public atau BUMN Terbuka (TBK)
1.       PT  Telkom,Tbk                         7.  PT Bank BNI, Tbk
2.       PT  Kimia Farma, Tbk               8.  PT Semen Gresik, Tbk
3.       PT Timah, Tbk                            9.  PT Perusahaan Gas Negara, Tbk
4.       PT Bank Mandiri,Tbk               10. PT Bank BRI,Tbk
5.       PT Indofarma, Tbk                   11. PT Aneka Tambang,Tbk
6.       PT TB Bukit Asam,Tbk             12. PT Adhi Karya,Tbk

2.     Perusahaan Swasta
Perusahaan swasta adalah badan usaha yang dimiliki oleh swasta (nonpemerintah). Badan usaha ini sepenuhnya dikelola oleh pihak swasta termasuk permodalanya. Perusahaan swasta berperan dalam bidang-bidang di mana persaingan dan kerja sama didasarkan atas motif mencari laba. Ada dua kategori perusahaan swasta, yaitu Perusahaan Swasta Nasional dan Perusahaan Swasta Asing.

a.Perusahaan Swasta Nasional
1) Usaha Perseorangan
Kekuatan
·         Mudah mendirikanya.
·         Tidak terikat ketat dengan hukum.
·         Sifatnya sederhana.
·         Laba diterima seluruhnya.
·         Mudah dibubarkan
·         Biaya pendirian relatif ringan
·         Hubungan dengan pihak lain bersifat pribadi.
Kelemahan
·         Utang ditanggung sendiri
·         Sumber modal terbatas pada pribadinya.
·         Kemampuan manajemen /mengurus perusahaan terbatas.
·         Risiko perusahaan ditanggung sendiri.
·         Kemungkinan pengembangan sangat tergantung pada kemampuan yang bersangkutan.
2) Firma
Kekuatan
·         Pendirianya relatif mudah
·         Mempunyai kemampuan finansial relatif lebih besar karena sumber dana dari beberapa orang.
·         Dapat diadakan pembagian kerja sesuai dengan keahlian para anggota.
·         Lebih mudah melakukan pengembangan usaha atau ekspansi karena modal mudah dihimpun.
Hal. 10
Kelemahan
·         Tanggung jawab tidak terbatas.
·         Anggota firma berhak bertindak atas nama firma, hal ini mengakibatkan segala tindakan anggota tersebut menjadi tanggung jawab firma.
·         Kontinuitas perusahaan tidak menentu.
·         Mudah timbul kericuhan karena pemimpin lebih dari satu orang.

3) CV (Commanditaire Vennotschaap)
Kekuatan
·         Mudah mendirikanya.
·         Modal dapat dikumpulkan dengan lebih mudah dan banyak.
·         Kemampuan untuk memperoleh kredit lebih besar.
·         Kedudukan sekutu pasif.
Kelemahan
·         Masih adanya tanggung jawab tidak terbatas bagi sekutu aktif.
·         Kontinuitas perusahaan tidak menentu dan modal yang diinvestasikan ke dalam CV sukar ditarik kembali.
·         Apabila salah seorang  anggotanya keluar, maka usaha akan terganggu.

4)      PT (Perseroan Terbatas)
Kekuatan
·         Kelangsungan hidup perusahaan terjamin.
·         Terbatasnya tanggung jawab pemilik.
·         Kebutuhan modal relatif mudah dipenuhi dengan cara menjual saham atau mencari pinjaman dari perbankan, sehingga perusahaan mudah melakukan ekspansi.
·         Pengelolaan perusahaan dapat dilakukan dengan lebih efisien dan efektif oleh profesional yang dapat terpisah dengan pemilik.
Kelemahan
·         Biaya mendirikan PT relatif mahal dan proses pengesahanya lebih lama.
·         Sukar berpindah usaha di luar yang telah ditetapkan dalam Akte Pendirian.
·         Kurangnya hubungan yang efektif di antara pemegang saham.
·         Rahasia kurang terjamin.


Hal.11
b. Perusahaan Swasta Asing
Perusahaan swasta asing di Indonesia mulai tumbuh dan berkembang sejak awal Orde Baru, yaitu dengan adanya Undang- Undang FMA No. 1/1967. Undang-undang tersebut berkaitan dengan UU PMDN No.7/1968. 

Ø Latar Belakang Adanya Perusahaan Swasta Asing
Untuk memahami latar belakang perusahaan swasta asing di Indonesia, perlu dikemukakan latar belakang adanya PMA dan PMDN.
Menurut Michael Todaro, struktur  ekonomi suatu negara dapat digolongkan ke dalam lima kelompok, yaitu :
1)      Agraris Tradisional
2)      Agraris Industri
3)      Industri Agraris
4)      Industri
5)      Jasa

Ø Pengelompokan Negara Menurut Bank Dunia
1)      Negara Maju
Yang termasuk kelompok ini adalah Amerika Serikat, Jepang, Jerman, Inggris, Prancis, Italia, Kanada, dan Rusia.

2)      Negara Industri Baru
Yang termasuk ke dalam kelompok ini adalah Taiwan, Korea Selatan, Hongkong, dan Singapura.

3)      Negara Sedang Berkembang
ASEAN pernah disebut ENICs (Emerging Newly Industrial Countries) karena pertumbuhan ekonomi yang tinggi di Malaysia, Thailand, Indonesia, dan Filipina.

4)      Negara Belum Berkembang
Contohnya negara-negara miskin di Afrika (Volta Hulu), Bangladesh, Laos, kamboja, Nepal, dan lain-lain.

Ø Industrialisasi
Pada umumnya, untuk meningkatkan struktur ekonomi suatu negara harus melakukan industrialisasi dengan alternatif- alternatif pilihan sebagai berikut.
1)      Inward Looking Oriented
Yaitu pembangunan industri dengan fokus/titik berat pada sumber daya dosmetik, seperti hutan , tambang, tenaga kerja, dan sebagainya.
2)      Outward Looking Oriented
Yaitu pembangunan industri dengan titik berat sumber daya luar negeri sebagaimana dilakukan oleh Jepang, Taiwan, Singapura, dan negara-negara Timur Tengah.

Hal. 12
3)      Import Substitution Oriented
Yaitu pembangunan industri dengan titik berat pada produksi barang-barang atau jasa pengganti impor.

Untuk memberikan gambaran tentang perkembangan investasi dalam Penanaman Modal Asing dan Penanaman Modal Dalam Negeri  di indonesia, dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel Realisasi Investasi PMA dan PMDN 2002-2006
PMA
Jumlah Proyek
Nilai (USD Juta)
2002
435
3,085.30
2003
570
5,450.40
2004
544
4,601.10
2005
909
8,914.60
2006
801
4,699.90
PMDN
Jumlah Proyek
Nilai (USD Juta)
2002
103
12,029.30
2003
119
11,890.00
2004
129
15,264.70
2005
214
30,665.00
2006
145
16,912.80

3.    Koperasi
Menurut Undang-Undang No. 12 tahun 1967, koperasi Indonesia adalah organisasi ekonomi rakyat yang berwatak sosial, beranggotakan orang- orang atau badan –badan hukum koperasi yang merupakan tata susunan ekonomi sebagai usaha bersama berdasarkan asas- asas kekeluargaan.
Selanjutnya, UU Koperasi no 12/ 1967 diperbarui dengan Undang-Undang No. 25/ 1992 tentang perkoperasian yang mendefinisikan ulang koperasi  sebagai badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum operasi dengan melandaskan kegiatanya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat berdasarkan atas asas kekeluargaan.
Tujuan koperasi adalah memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya serta ikut membangun perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil, dan makmur berlandaskan pancasila dan UUD 1945.
Koperasi mempunyai prinsip- prinsip sebagai berikut.
·         Keanggotaan bersifat sukarela.
·         Pengelolaan dilakukan secara demokratis.
·         Pembagian sisa hasil usaha dilakukan secara adil sebanding dengan besarnya jasa masing –masing anggota.
·         Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal.
·         Kemandirian.
Hal.13
Sedangkan fungsi dan peran koperasi antara lain adalah:
·         Membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya.
·         Berperan serta secara aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat.
·         Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional dengan koperasi sebagai sokogurunya.
·         Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi.

a.   Gerakan Koperasi
Gerakan koperasi dapat dikelompokan berdasarkan tiga hal, yaitu :
1)      Hierarki organisasi
2)      Pengembangan horizontal, dan
3)      Kegiatan atau usaha.
b.  Berdasarkan Hierarki Organisasi
Koperasi dapat diklasifikasikan berdasarkan jenjang organisasi yang paling bawah sampai ke tingkat jenjang yang paling atas. Hierarkinya adalah sebagai berikut.
·         Primer Koperasi : beranggotakan sekumpulan orang yang bersama-sama dalam satuan kerja, maupun wilayah .
·         Pusat Koperasi : beranggotakan beberapa Primer Koperasi, bergerak di ibu kota kabupaten atau provinsi.
·         Induk koperasi: beranggotakan beberapa Pusat koperasi dan berada di Ibukota Negara.

c.   Berdasarkan Pengembangan Horizontal
Pengembangan koperasi secara horizontal dapat diketahui antara lain dengan adanya Gabungan- gabungan Koperasi seperti GKBI (Gabungan Koperasi Batik Indonesia), GKSI (Gabungan Koperasi Susu Indonesia), dan gabungan – gabungan koperasi lainya.

d.     Berdasarkan Objek Kegiatan
Menurut objek kegiatanya, koperasi dapat digolongkan dalam empat kelompok.
1)      Koperasi Produksi : koperasi yang anggotanya terdiri atas produsen barang dan jasa.
2)      Koperasi konsumsi :koperasi yang bergerak dalam penyediaan kebutuhan pokok bagi para anggotanya.
3)      Koperasi simpan pinjam : koperasi yang bergerak dalam meghimpun dana dari para anggota dan menyalurkanya kepada anggota yang membutuhkan.
4)      Koperasi Serba Usaha : koperasi yang mempunyai bidang usaha rangkap atau beraneka ragam, sesuai dengan kebutuhan para anggota.

Hal.14

e.     Mazhab-mazhab tentang kedudukan koperasi
Pada dasarnya, ada tiga aliran(mazhab) tentang kedudukan dan peran koperasi disuatu negara.
1)      Mazhab sosialis.
2)      Mazhab Commonwealth (persemakmuran).
3)      Mazhab Competitive Yardstick

f.       Perkembangan Perkoperasian Indonesia
Tabel Perkembangan Koperasi Indonesia Secara Nasional

2006
2007
Perubahan
Jumlah dalam unit
141.326
149.793
5,99%
Jumlah Anggota (Orang)
27.776.133
28.888.067
4%
Modal Usaha (Rp Juta)
Rp 38.853.072,53
Rp43.555.731,59
12,1%
Sisa hasil usaha (Rp Juta)
Rp 3.216.817,65
Rp3.470.459,45
7,88%
Jumlah Volume Usaha(Rp Juta)
Rp.62.718.499,78
Rp63.080.595,81
0,58%
Jumlah Rapat Anggota Tahunan (RAT)
46.057
48.262
4,79%
Penyerapan Tenaga Kerja (Orang)
350.435
371.405
5,98%

Menurut Ibnoe Soedjono (mantan Direktur jenderal Koperasi RI) , perkembangan perkoperasian berdasarkan angka-angka kuantatif tersebut cukup mengesankan,. Namun, sebenarnya koperasi belum memiliki struktur yang kokoh dan masih sangat tergantung pada bantuan, fasilitas, dan perlindungan dari pemerintah .
Keadaan tersebut terkait dengan adanya beberapa krisis yang dihadapi oleh gerakan koperasi, yaitu:
·         Krisis ideologi.
·         Krisis Kepemimpinan.
·         Krisis Kepercayaan.
Menurutnya, untuk memperkuat peran dan memperbaiki kualitas koperasi , perlu adanya strategi pengembangan yaitu , antara lain :
1)      Debirokratisasi dan deregulasi sektor koperasi.
2)      Memperkuat koperasi primer dan sekunder, antara lain melalui integrasi vertikal.
3)      Pendidikan dan pelatihan.
4)      Pembentukan Cooperative Development Fund (dana Pengembangan Koperasi).
5)      Kerja sama yang efektif dengan BUMN dan swasta.



Hal.15

D.   Jenis Perusahaan Menurut Peringkat Usaha

1.     Usaha Kecil
Secara Umum , pengertian usaha kecil mengacu pada ciri-ciri sebagai berikut.
·         Manajemen berdiri sendiri.
·         Modal terbatas.
·         Daerah operasinya bersifat lokal.
·         Ukuran serta keseluruhan relatif kecil atau penyelenggaraan di bidang operasinya tidak dominan.

2.     Usaha Menengah
Usaha menengah adalah kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh perseorangan atau rumah tangga maupun suatu badan bertujuan untuk memproduksi barang atau jasa untuk diperniagakan secara komersial dan mempunyai omzet penjualan lebih dari satu miliar.
Tabel Ciri-ciri Usaha Kecil dan Besar
Perusahaan kecil
Perusahaan besar
Umumnya dikelola oleh pemiliknya
Biasanya dikelola bukan oleh pemiliknya
Struktur organisasi sederhana
Struktur organisasinya Kompleks
Hubungan pemilik dengan karyawan dekat
Pemiik hanya mengenal sedikit karyawan
Persentase kegagalan perusahaan tinggi
Persentase kegagalan perusahaan rendah
Kurangnya tenaga manajer yang andal
Banyak manajemem andal
Sulit memperoleh modal jangka panjang
Modal jangka panjang relatif mudah diperoleh


3.     Mengembangkan Usaha Kecil
Untuk mengembangkan manajemen usaha kecil, harus diterapkan langkah- langkah dalam prinsip manajemen ,yaitu perencanaan, pengorganisasiaan, pelaksanaan, dan pengendalian (POAC).

Tabel perkembangan Jumlah Pelaku Usaha menurut Skala Usaha Tahun 2006-2007
No
Skala Usaha
Jumlah (Unit)
Perkembangan
2006
2007
Jumlah
%
1
Usaha Mikro
46.746.567
47.702.310
955.743
2,09
2
Usaha Kecil (UK)
1.917.897
2.017.926
100.029
5,22
3
Usaha Menengah
114.687
120.253
5.566
4,85
4
Usaha Kecil & Menengah (UKM)
48.779.151
49.840.489
1.061.338
2,18
5
Usaha Besar
4.398
4.527
129
2,93

Jumlah
48.783.549
49.845.016
1.061.467
2,18

Hal. 16

4.     Hubungan Kemitraan Perusahaan Besar dan Perusahaan Kecil
Dalam UU tentang Usaha Kecil, konsep kemitraan dirumuskan dalam Pasal 26, yaitu :
1.       Usaha Menengah dan Usaha Besar melaksanakan hubungan kemitraan dengan usaha kecil, baik yang memiliki maupun tidak memiliki kertekaitan usaha.
2.       Pelaksanaan hubungan kemitraan sebagaimana dimaksudkan dalam ayat(1) diupayakan ke arah terwujudnya kerterkaitan usaha.
3.       Kemitraan dilaksanakan dengan disertai pembinaan dan pengembangan dalam salah satu atau lebih bidang produksi dan pengolahan, pemasaran, permodalan, sumber daya manusia dan teknologi.
4.       Dalam melaksanakan hubungan kedua belah pihak mempunyai kedudukan hukum yang setara.
Sedangkan menurut William Suryajaya (pengusaha), mantan pemilik mayoritas Group Astra International, ada tiga motif yang mendasari  kerja sama dan bantuan perusahaan besar kepada perusahaan kecil , yaitu;
1.       Usaha saling mengisi.
2.       Tanggung jawab sosial.
3.       Hierarki Kebutuhan.
Perhatikan tabel perbandingan antara hierarki kebutuhan menurut Teori Abraham Maslow dan hierarki kebutuhan menurut Bapak William Surya Jaya berikut ini.
Kebutuhan manusia (A. Maslow)
Kebutuhan Perusahaan           (William Suryajaya)
Aktualisasi: kebutuhan tertinggi (usaha dan pendapatnya dapat diterima oleh masyarakat)
Aktualisasi: kebutuhan tertinggi (usaha yang dilakukan diterima dan dihargai masyarakat, berguna bagi nusa dan bangsa)
Kebutuhan untuk dihargai
Kebutuhan sosial: ( mencintai dan dicintai)
Kebutuhan kesinambungan usaha
Kebutuhan security: (rasa aman)
Kebutuhan Pertumbuhan
Kebutuhan Biologis (Dasar): (makan, minum, papan, sandang,seks)
Kebutuhan mempertahankan hidup (memperoleh keuntungan)

Hal. 17
Dari uraian tersebut dapat diketahui bahwa kemitraan merupakan suatu jalinan kerja sama dari dua pelaku usaha yang saling menguntungkan. Terjadinya kemitraan adalah bila ada keinginan yang sama antara usaha kecil dan usaha besar untuk saling mendukung dan melengkapi dalam upaya mencapai tujuan bersama.

E.     Jenis Perusahaan Menurut Status kepemilikan
Selain empat pembagian jenis perusahaan yang telah dibicarakan sebelumnya, ada penggolongan atau sebutan lain bagi suatu perusahaan, yaitu perusahaan tertutup dan perusahaan terbuka.
Perusahaan tertutup memiliki ciri-ciri : (1) Saham atas nama, (2) Jumlah saham sedikit, dan (3) pemegang saham saling mengenal (personal).
Perusahaan terbuka memiliki ciri- ciri : (1) Saham atas pembawa, (2) Jumlah saham besar, dan  (3) tidak ada hubungan pribadi antara pemegang saham (impersonal).
Pemilik perusahaan bersedia menjual sahamnya kepada publik karena mengharapkan adanya Agio Saham, yaitu harga pasar yang lebih besar daripada harga nominal saham tersebut.
Perusahaan yang akan menjual sahamnya kepada masyarakat diharuskan memenuhi beberapa persyaratan, antara lain :
·         Telah memperoleh keuntungan selama dua tahun berturut-turut;
·         Diaudit oleh Akuntan Publik atau BPKP dengan hasil unqualified;
·         Dilakukan legal audit oleh perusahaan konsultan hukum ; dan
·         Diperiksa oleh perusahaan penilai (appraisal company) untuk memperkirakan harga yang wajar dari aktiva perusahaan tersebut.
Pertimbangan masyarakat untuk membeli saham perusahaan yang go public adalah karena mengharapkan dua keuntungan sekaligus, yaitu capital gain dan dividen. Capital gain diperoleh apabila harga jual lebih tinggi dibandigkan harga belinya. Namun, apabila yang terjadi adalah sebaliknya, maka disebut capital loss(kerugian). Sedangkan dividen diperoleh dari sebagian keuntungan perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham, baik dalam bentuk dividen interim (dividen sementara) maupun dividen final.







Hal. 18

BAB III
PENUTUP

A.  Kesimpulan
Dimasa sekarang telah berkembang perusahaan-perusahaan yang ada di negara kita, dimana perusahaan itu adalah suatu bentuk usaha bisnis yang menjalankan setiap jenis usaha yang bersifat tetap dan terus menerus mengembangkan dan berkerja dengan tujuan memperoleh keuntungan atau mencari laba.
Ada lima pengelompokan jenis perusahaan antara lain:
·         Jenis perusahaan menurut badan pusat statistik.
·         Jenis perusahaan menurut objek kegiatan.
·         Jenis perusahaan menurut status hukum.
·         Jenis perusahaan menurut peringkat usaha.
·         Jenis perusahaan menurut status kepemilikan.


B.Daftar Pustaka

http://www. Geogle.com/jenis- jenis perusahaan/20-10-2011



Hal.19

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar